Butuh Bantuan? Customer Service BorneoEthnic.com siap melayani dan membantu Anda dengan sepenuh hati.
Beranda » » Bulus (Labi-labi) Halal atau Haram?

Bulus (Labi-labi) Halal atau Haram?

Ditulis pada: 22 September 2016 | Kategori:

Bagi kita yang muslim sangat penting untuk mengetahui status hukum makanan atau minuman yang ingin kita konsumsi. Kita tidak ingin apa-apa yang kita konsumsi ternyata diharamkan oleh agama kita.

Salah satu yang sering menjadi pertanyaan adalah labi-labi atau bulus. Apakah daging bulus/labi-labi halal atau haram?

Nah, video berikut adalah diambil dari “Mozaik Islam” Trans|7. Video ini mengulas tentang status hukum bulus atau labi-labi. Silakan Anda tonton sampai selesai karena pembahasan statusnya akan disimpulkan di bagian akhir. Video ini juga cukup istimewa karena menghadirkan ustadz kondang Felix Y. Siauw sebagai salah satu narasumber.

Selamat menonton.

Nah, ternyata disebutkan bahwa bulus atau labi-labi adalah binatang yang halal dikonsumsi.

Karena itu minyak bulus yang merupakan bagian dari bulus juga halal untuk dikonsumsi.

 

Pembahasan tentang Hewan yang Hidup di Dua Alam

Alah Ta’alaa telah berfirman :

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ (96)

Artinya : 96. Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.[ Al-Maidah: 96].

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu bahwa buruan laut adalah yang diambil darinya dalam keadaan hidup dan makanan dari laut adalah yang didapat dalam keadaan mati.. tafsir Ibnu Katsir.

Begitu juga Nabi shallawahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan kepada kita bahwa segala hewan yang hidup di laut halal untuk dikonsumsi, bahkan tidak perlu menyembelihnya dengan syarie, sebagaimana sabdanya :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : { قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فِي الْبَحْرِ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ ، الْحِلُّ مَيْتَتُهُ } أَخْرَجَهُ الْأَرْبَعَةُ ، وَابْنُ

أَبِي شَيْبَةَ ، وَاللَّفْظُ لَهُ ، وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ وَالتِّرْمِذِيُّ ، [ وَرَوَاهُ مَالِكٌ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ ] .

Artinya : dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata : telah bersabda Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam mengenai laut : “ dia suci airnya halal bangkainya “ .
Hadits dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi.

Ayat dan hadits diatas menunjukkan bahwa semua hewan laut halal, termasuk yang tidak bisa hidup kecuali dilaut ataupun yang hidup di laut dan darat kecuali ada dalil khusus yang mengharamkannya.

Adapun hewan yang dapat hidup di laut dan di darat maka dalam madzhab Syafi’iyyah diharamkan seperti katak, kepiting, ular, buaya, dan penyu.
Pengharaman hewan-hewan ini seperti yang sebutkan oleh Imam Rafi’ie dan Nawawi dalam kitab Raudhatul Tholibin dan dikuatkan oleh Imam Ramli.

Akan tetapi Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab menshahihkan bahwa semua yang hidup di laut halal bangkainya, walaupun termasuk yang mungkin hidup di darat, kecuali katak, dan pendapat ini yang dikuatkan oleh Al-Khatib Baghdadi dan Ibnu Hajar Al-Haitsami, selain katak dan hewan yang beracun.

Ini karena kaidah haramnya hewan hidup di dua alam hanya dipegang oleh ulama dalam madzhab Imam Syafi’ie, sedangkan ulama yang lain tidak mengakuinya, mungkin karena kaidah ini tidak kuat dasarnya.

Jadi pendapat yang kuat adalah bahwa semua hewan yang hidup dilaut atau yang hidup dilaut dan darat hukumnya halal kecuali :

1- katak dengan segala jenisnya karena termasuk hewan yang dilarang untuk dibunuh berdasarkan beberapa hadits :

وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ الْقُرَشِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، { أَنَّ طَبِيبًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الضِّفْدَعِ يَجْعَلُهَا فِي دَوَاءٍ ، فَنَهَى عَنْ قَتْلِهَا } .أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ ، وَصَحَّحَهُ الْحَاكِمُ .وَأَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيُّ .

 

Artinya : dari Abdur Rahman bin Utsman Al-Qurasyie radhiallahu ‘anhu :” bahwa seorang tabib bertanya kepada Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam tentang katak yang dijadikan obat, lalu Beliau melarang untuk membunuhnya “
Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Hakim. Dan dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa’ie.

Begitu pula diriwayatkan dalam atsar beberapa sahabat :

 

وَأَخْرَجَ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ عُمَرَ : { لَا تَقْتُلُوا الضَّفَادِعَ فَإِنَّ نَقِيقَهَا تَسْبِيحٌ { قَالَ الْبَيْهَقِيُّ : إسْنَادُهُ صَحِيحٌ.

Ibnu Umar radhiallahu anhu berkata : “jangan kalian membunuh katak karena suaranya adalah tasbih “ dikeluarkan oleh Imam Baihaqie dan beliau berkata : sanadnya shahih.

وَعَنْ أَنَسٍ { لَا تَقْتُلُوا الضَّفَادِعَ فَإِنَّهَا مَرَّتْ عَلَى نَارِ إبْرَاهِيمَ فَجَعَلَتْ فِي أَفْوَاهِهَا الْمَاءَ وَكَانَتْ تَرُشُّهُ عَلَى النَّارِ }
Dari Anas radhiallahu anhu berkata : “ jangan kalian membunuh katak karena ketika mereka melewati api yang membakar Nabi Ibrahim, mereka mengambil air dengan mulutnya dan menyiramkannya keapi “.

Riwayat diatas merupakan dalil atas larangan membunuh katak, yang bermakna haram dikonsumsi, karena kalau halal tentu tidak dilarang membunuhnya.

2- buaya diharamkan karena termasuk binatang buas yang bertaring yang diharamkan berdasarkan sabda Rsulullah shallawahu ‘alaihi wasallam :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { كُلُّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامٌ } رَوَاهُ مُسْلِم

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari nabi shallawahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ setiap yang bertaring dari binatang buas haram dimakan “ HR Muslim.

Hadits ini mengkhususkan umumnya hadits yang menunjukkan halalnya semua binatang laut, itu dikarenakan buaya dapat hidup didarat, maka berlaku juga hukum binatang darat.

Kecuali ikan hiu, meskipun punya taring dan termasuk binatang buas, namun ulama menghalalkannya karena termasuk jenis ikan yang hanya hidup di air saja.

3- ular diharamkan karena termasuk binatang yang menjijikkan dan sebagiannya beracun, kecuali kalau hanya bisa hidup di air maka halal hukumnya berdasarkan keumuman dalil halalnya binatang laut.

Jadi selain yang disebutkan diatas, binatang yang hidup dua alam halal hukumnya termasuk anjing laut, penyu, labi-labi, namun harus disembelih karena lebih dominan sebagai binatang darat maka diterapkan atasnya hukum binatang darat, kecuali kepiting tidak perlu disembelih karena termasuk yang tidak ada darahnya.[]

Jual minyak bulus Rp. 30.000,- perbotol (WA 0822-5600-5300)

Minyak Bulus Kalimantan Minyak Bulus Kalimantan

Bulus (Labi-labi) Halal atau Haram? | BorneoEthnic.Com

Tags: apakah minyak bulus itu halal

Komentar dinonaktifkan: Bulus (Labi-labi) Halal atau Haram?

Maaf, form komentar dinonaktifkan untuk produk/artikel ini

Artikel Blog Terbaru

Bulus (Labi-labi) Halal atau Haram?

thumbnail Ditulis pada: 22 September 2016

Bagi kita yang muslim sangat penting untuk mengetahui status hukum makanan atau minuman yang ingin kita konsumsi. Kita tidak ingin apa-apa yang kita konsumsi ternyata diharamkan oleh agama kita. Salah satu yang sering menjadi pertanyaan adalah labi-labi atau bulus. Apakah... Baca selengkapnya »

Kerajinan Anyaman Purun

Penjemuran Purun Ditulis pada: 16 September 2016

Purun Tikus memiliki nama ilmiah Eleocharis dulcis. Masyarakat biasa menyebutnya dengan purun. Purun merupakan tanaman yang khas pada daerah lahan basah. Purun tikus merupakan tanaman air yang banyak ditemui pada tanah sulfat masam dengan tipe tanah lempung atau humus. Dengan... Baca selengkapnya »

Tas Rotan Motif Khas Dayak

Tas Rotan Dayak Ditulis pada: 16 September 2016

Selain tas rotan polos dengan warna natural keseluruhan, tas rotan Kalimantan juga ada yang bermotif (pattern). Kulit rotan yang sudah dipisahkan dengan bagian inti kemudian dipotong untuk disamakan lebar lemabarannya. Kira-kira ukurannya 1 mm. Kulit rotan ini kemudian direndam dengan... Baca selengkapnya »

Tas Rotan Polos Khas Kalimantan

Tas Rotan Bakul dengan Variasi Bunga Ditulis pada: 15 September 2016

Tumbuhan rotan di Indonesia tumbuh di hutan-hutan Kalimantan. Masyarak Kalimantan sangat akrab dengan rotan. Karenanya banyak peralatan rumah tangga yang terbuat dari rotan. Ada lemari, meja, kursi, hingga tas. Tas rotan sendiri di Kalimantan terdiri dari dua jenis berdasarkan coraknya.... Baca selengkapnya »

Membersihkan Tikar Rotan yang Terkena Noda Makanan

tikar rotan Ditulis pada: 5 Maret 2016

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan produk kerajinan tangan tikar rotan bukan? Suatu bentuk kerajinan tikar yang terbuat dari bahan berkualitas. Walaupun di era yang sudah modern seperti ini produk tikar rotan terbukti masih sangat diminati bahkan ada yang... Baca selengkapnya »

'

Contact us

Do not hesitate to submit questions to us.

Phone: +62 511 4770102 / 0852-4680-0703 / 0853-4851-5020

Email: cs[at]borneoethnic.com

Produk Terbaru

Tentang Borneo Ethnic

Borneo Ethnic menyediakan berbagai kerajinan yang unik dan khas Kalimantan seperti produk rotan dan purun (tikar rotan, keranjang rotan, dan kursi rotan) dari Kalimantan. Dengan pengalaman yang ada serta pengetahuan khusus, menjadikan BorneoEthnic.Com sebagai toko yang berkualitas dan terpercaya. Kunjungi/klik --> Profile Facebook kami atau FansPage BorneoEthnic kami untuk update produk lebih cepat. SMS/WA: 0852-4680-0703 PIN BB: 54AE9334